TANAH

April 30, 2009 oleh subektiangkasa

aku tanah yang sendiri dan selalu di injak ribuan orang tetapi

kala aku sendiri aku ditemani oleh sang kekasih yang orang menginjak

aku memberi salam pd angin

aku memberi salam pd wangi bunga mawar

aku salam kesucian kain

aku salam pd cerita yang membawa

setiap kali tetesan aku mandi

tetesan-tetesan itu adalah tetesan air

cinta dikala pohon tertiup angin

setiap kali bercinta padamu

setiap kali aku membaca syair

aku membaca puisi

aku membaca pantun

aku membaca dan menyanyikan lagu

sebeberapa banyak aku bercinta itula

banyaknya aku membuat puisi dan lagu indah untukmu….

CAHAYA

April 30, 2009 oleh subektiangkasa

Pagi cerah tercurahkan oleh awan
kiri dan kanan sibuk ceria
melukiskan pada alam sesungguhnya
anganku melayang tinggi

kesedihan ku pada pengalamanku
yang kelam
menyayat hati melukai jiwa

lega telah kukatakan
ceritaku yang biru
penyesalan ……….

angin menerpa wajahku
memberi inspirasi ……….
hidup demi yang lain ……….
demi kebaikkan …………..

Nabi Ibrahim

April 25, 2009 oleh subektiangkasa

Ketika Nabi Ibrahim a.s. hijrah dari negerinya, beliau memohon kepada Allah Taala agar dikaruniai seorang anak laki-laki yang saleh. Allah Taala mengabarkan berita gembira akan kelahiran seorang anak yang amat sabar yaitu Ismail a.s. Ismail lahir ketika Nabi Ibrahim a.s. berusia 86 tahun. Ketika Ismail a.s. menginjak usia remaja dan sudah dapat bekerja, Nabi Ibrahim a.s. bermimpi bahwa ia menyembelih anaknya. Mimpi seorang nabi adalah wahyu, sebab itu hal ini adalah ujian yang berat dari Allah Taala kepada Nabi Ibrahim a.s. Dalam hal ini Allah berfirman:

قال يا بني إني أرى في المنام أني أذبحك فانظر ماذا تري

Artinya: Ibrahim berkata, “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Bagaimana pendapatmu!” .
Ismail a.s. menjawab:

يا أبت افعل ما تؤمر ستجدني إن شاء الله من الصابرين

Artinya: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Dikatakan kepada keduanya, “Berserah dirilah kamu berdua!”

فلما أسلما وتله للجبين

Artinya: Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, (jelaslah kesabaran keduanya). Ketika keduanya menuruti perintah Allah dan sudah akan melaksanakannya, Allah Taala berseru kepada Nabi Ibrahim as. dan mengabarkan berita gembira melalui Malaikat sebagaimana dalam firman Allah Taala:

أن يا إبراهيم * قد صدقت الرؤيا إنا كذلك نجزي المحسنين، * إن هذا لهو البلاء المبين * وفديناه بذبح عظيم * وتركنا عليه في الآخرِين، * سلام على إبراهيم، * كذلك نجزي المحسنين * إنه من عبادنا المؤمنين

Artinya: Kami panggillah dia, “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Setelah tercapai tujuan dari ujian Nabi Ibrahim a.s. dan anaknya, Ismail a.s. tercapai dan keduanya berkeinginan untuk melaksanakan perintah Allah Taala, maka Allah menjadikan tebusan sembelihan tersebut dengan seekor kibasy putih yang enak dipandang. Kibasy itu ditemukan Nabi Ibrahim a.s. terikat di sebuah pohon dekat gunung Tsubair. Kemudian beliau menyembelihnya di Mina. Tempat kejadian ini kemudian dijadikan sebagai bagian dari manasik haji dan sunat berkurban sejak masa Nabi Ibrahim a.s. dan anaknya, Ismail a.s. sampai Nabi Muhammad saw.

Foto Makkah

April 25, 2009 oleh subektiangkasa

Jenis Kurban

April 25, 2009 oleh subektiangkasa

FIDYAH

Fidyah karena
sakit, memakai pakaian yang berjahit dan memakai perfum boleh memilih salah satu
dari tiga pilihan, yaitu:

* Puasa tiga hari
* Memberi makan enam orang
miskin, masing-masing setengah shaa’
* Menyembelih seekor
kambing

Dalilnya adalah firman Allah:

فمن كان منكم مريضا أو به أذى من رأسه ففدية من صيام
أو صدقة أو نسك
.
Artinya,
“Jika ada di antara kamu yang sakit atau mendapat gangguan
di kepalanya (lalu ia bercukur), maka dia wajib membayar fidyah,
yaitu: puasa, bersedekah atau berkurban.”

Orang yang membunuh binatang buruan –yang ada tandingannya dengan
binatang peliharaan–, maka
fidyahnya adalah
salah satu dari:

* Menyedekahkan binatang yang serupa dengan binatang
tersebut.
* Atau menaksir harganya dengan
uang dan membelikan bahan pangan seharga uang tersebut seterusnya
didistribusikan kepada orang-orang miskin,
masing-masing satu mud.
* Atau puasa sejumlah
mud makanan tersebut dengan catatan setiap mud satu hari.

Orang yang membunuh binatang buruan yang tidak ada tandingannya pada
binatang peliharaan, fidyahnya dapat memilih antara memberi makan dan puasa.
Fidyah karena bercumbu, tanpa senggama sama
dengan fidyah karena sakit.

Fidyah karena senggama:

* Jika terjadi sebelum
tahallul awal (pertama), maka fidyahnya adalah
menyembelih seekor unta, jika tidak mendapatnya atau
tidak dapat menyembelihnya, maka puasa tiga hari selama
berada di Saudi pada musim haji dan tujuh hari setelah kembali ke tanah air
bertemu dengan keluarganya.
* Jika terjadi setelah
tahallul awal (pertama), maka fidyahnya seperti fidyah
karena sakit.

HADYU
Definisi:
Jenis persembahan yang dihadiahkan untuk Kakbah
berupa binatang ternak sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada
Allah.

Hadyu Sunah
Definisi:
Persembahan yang dihadiahkan untuk Kakbah berupa
binatang ternak sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada
Allah.

Dalilnya:
Hadis Nabi saw. yang artinya, ” Nabi saw. pernah berkurban
memotong seratus ekor unta pada haji Akbar,
pada waktu yang lain beliau berkurban
seekor kambing. “

Hukumnya:
Sunah bagi orang yang mengerjakan haji ifrad atau
yang mengerjakan umrah, disunahkan buat pengurban memakan sebagian dari
daging kurbannya. Karena (Rasulullah saw.
pernah memerintahkan mengambil sebagian daging binatang
kurban untuk dimasak, lalu beliau memakan dan meminum kuah
sayurnya).
Orang yang tidak sedang dalam keadaan ihram juga
boleh mengirim kurban sunah ke Mekah untuk disembelih di
sana sebagai upaya pendekatan diri kepada Allah.

Tempat penyembelihan kurban sunah:
Di tanah haram.

Jenis-jenisnya:
Unta yang sudah berumur lima tahun, sapi yang sudah berumur
dua tahun atau kambing yang sudah berumur enam bulan.


Hadyu (Dam) Tamattu dan Qiran

Definisi:
Dam ialah persembahan yang dihadiahkan
untuk Kakbah berupa binatang ternak sebagai upaya untuk
mendekatkan diri kepada Allah.

Dalilnya:
Firman Allah Taala:

فمن تمتع بالعمرة إِلى الحج فما استيسر من الهدي.

Artinya, “Bagi
siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan
haji), (dia wajib menyembelih) kurban yang mudah didapat.”
Bagi yang tidak mendapatkan binatang dam ataupun tidak punya uang
seharga dam tersebut, maka dia wajib berpuasa tiga hari selama di Saudi dalam
musim haji dan tujuh hari setelah kembali ke negeri asalnya bertemu dengan keluarganya.
Hal ini berdasarkan firman Allah Taala;

فمن لم يجد فصيام ثلاثة أيام في الحج وسبعة إذا رجعتم

Artinya,
“Jika tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu),
maka wajib berpuasa tiga hari di tempat dan waktu pelaksanaan haji ditamabah tujuh hari
setelah pulang ke tanah airnya.”

Tempat penyembelihan:
Tanah haram dan dibagi-bagi kepada fakir miskin tempat itu,
daging kurban juga boleh dibagi kepada fakir miskin umat Islam secara umum.


Hayu (Dam)
Karena Terkepung

Definisi:
Ketentuan yang disyariatkan bagi orang yang terkepung dalam upaya mencari jalan keselamatan.

Dalilnya
Firman Allah Taala;
فإن أحصرتم فما استيسر من الهدي

Artinya, “Jika kamu terkepung
(terhalang oleh musuh atau karena sakit, maka (sembelihlah) korban
yang mudah didapat.”

Hukumnya
Wajib bagi yang terkepung dan terpaksa membatalkan ihramnya
sebelum
melaksanakan ibadah haji.

Tempat penyembelihan
Menurut mayoritas ulama, dilaksanakan di tempat dia terkepung.

Jenis-jenisnya:
Sepertujuh unta atau sapi atau seekor kambing.


Kurban

Definisi:
Yaitu sembelihan berupa unta, sapi atau kambing yang dipersembahkan
untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Waktu Penyembelihan:
Waktunya terhitung mulai selesai salat Id sampai akhir hari Tasyrik.

Hukumnya
Sunah muakkad, berdasarkan sabda Rasulullah saw yang artinya,“Tidak ada amalan anak cucu
Adam pada Hari Raya Kurban yang lebih disukai Allah melebihi dari
mengucurkan darah (menyembelih binatang kurban), sesungguhnya
pada hari kiamat nanti binatang-binatang tersebut akan datang lengkap
dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulu-bulunya.
Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai kurban–
di manapun binatang itu disembelih sebelum darahnya sampai ke
tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.”

Berkurban disyariatkan pada tahun kedua Hijrah.Rasulullah saw. pernah
berkurban dua ekor domba yang belang-belang dua warna (hitam dan
putih) dan bertanduk yang disembelihnya dengan tangannya sendiri.
Beliau membaca Bismillah lalu bertakbir kemudian merebahkan
binatang tersebut.

Jenis-jenis kurban
Unta
yang berumur lima tahun, sapi yang berumur dua tahun, kambing yang berumur enam
bulan atau kambing kacang yang telah berusian satu tahun. Satu ekor unta atau
sapi dapat digunakan untuk tujuh orang.

Pembagiannya
Disyariatkan bagi orang yang berkurban untuk
memakan sepertiga, menghadiahkan sepertiga dan menyedekahkan yang sepertiga
lainnya. Boleh memakan lebih dari sepertiganya. Bila dia memakan seluruhnya,
maka dia harus menyedekahkan uang seharga ukuran minimal kurban yang bisa
dijadikan sedekah.

Cara penyembelihannya
Disunahkan bertakbir
setelah membaca bismillah dan selawat kepada Nabi, kemudian
membaca doa:
اللهم هذا منك وإِليك فتقبل مني
Artinya,” Ya Allah, hewan kurban ini dari Engkau dan untuk
Engkau maka terimalah dariku.”

Madinah

April 25, 2009 oleh subektiangkasa

Tanah Haram Madinah Dan Batas-Batasnya

Rasulullah saw. membuat kota Madinah sebagai tanah haram, sebagaimana Ibrahim a.s. membuat kota Mekah menjadi tanah haram. Rasulullah saw. bersabda, “Kota Madinah yaitu daerah antara dua kawasan berbatu hitam adalah tanah haram.”

Batas-batas Kota Madinah

1. Daerah antara dua Labah (labatani/lahar). Yang dimaksud dengan Labatani ialah dua harrah (harratani/dua kawasan berbatu hitam); yaitu, Bagian Timur yang dahulu dikenal dengan nama Harrah Waqim, dan di Bagian Barat yang dahulu dikenal dengan Harrah Wabarah.

2. Pengharaman daerah antara dua kawasan berbatu hitam dan tiga lembah, yaitu jama’ Tadharu`, jama’ Ummu Khalid dan jama’ Aqil atau Aqir, yaitu pegunungan yang membentang dari lembah Aqiq sebelah Barat sampai ke sumur Urwah (dekat Universitas Islam Madinah).
3. Pengharaman daerah antara Tsur dan Ir.
* Tsur adalah bukit kecil yang terletak di belakang gunung Uhud, berwarna merah. Di belakang bukit ini sekarang terdapat jalan ke arah Pelabuhan Udara.
* Ir adalah gunung hitam yang besar yang mengarah ke Barat Daya dari Zulhulaifah (Bir Ali). Pada lereng sebelah Baratnya melintas jalan Hijrah yang merupakan jalur cepat.

Keutamaan Madinah

a. Madinah adalah daerah yang paling dicintai oleh Allah Taala. Ia adalah tempat hijrah utusan-Nya, Muhammad saw, tempat tidur beliau, keluarganya, tetangganya dan Ansharnya. Ia adalah rumah iman dan ke sanalah iman dapat bertahan pada akhir zaman. Dan pada pintu masuknya terdapat malaikat yang menjaga. Tidak akan dimasuki oleh Dajjal dan penyakit thaun. Ia adalah negeri terakhir di dunia yang hancur. Ia adalah tempat turunnya wahyu. Hampir tidak ada tempat di Madinah kecuali di sana diturunkan wahyu atau keluar hadis nabi.
b. Barangsiapa yang ingin berbuat buruk, maka Allah akan melarutkannya sebagaimana larutnya garam di air. Ia terhindar dari kejahatan. Rasulullah saw. bersabda,

اللهم حبب إلينا المدينة كحبنا لمكة أو أشد

Artinya, ” Ya Allah! Tumbuhkanlah kecintaan kami kepada Madinah seperti cinta kami kepada Mekah atau lebih dari itu. ”

اللهم اجعل بالمدينة ضعفي ما جعلت بمكة من البركة

Artinya, ” Ya Allah! Jadikanlah keberkahan kota Madinah berlipat dari keberkahan yang Engkau turunkan di Mekah. “

اللهم بارك لنا في مدينتنا، اللهم بارك لنا في صاعنا، اللهم بارك لنا في مدنا، اللهم اجعل مع البركة بركتين.


Artinya, ” Ya Allah! Berkahilah kami di kota Madinah kami. Ya Allah! Berkahilah kami pada rezki kami. Ya Allah! Berkahilah kami pada makanan kami. Ya Allah! Jadikanlah satu keberkahan menjadi dua keberkahan. “

من استطاع أن يموت بالمدينة فليمت فإني أشفع لمن يموت بها

Artinya, ” Barangsiapa yang mampu untuk meninggal di Madinah, maka meninggallah di sana karena sesungguhnya aku akan memberi syafaat kepada orang yang meninggal di sana. “

Nama-nama Mekkah

April 25, 2009 oleh subektiangkasa

Makkatulmukarramah

Di negara ini tidak ditemukan suatu daerah yang memiliki nama lebih banyak dari Mekah dan Madinah. Ini adalah mengingat bahwa kedua termpat tersebut adalah tempat yang paling mulia. Di antara nama-nama Makkatulmukarramah adalah:

- Al Balad: Allah Taala berfirman:

لا أقسم بهذا البلد وأنت حل بهذا البلد

(Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini).

- Al Baladil Amin (Kota yang aman): Allah Taala berfirman:

وهذا البلد الأمين

(Demi kota (Mekah) ini yang aman). Huzaimah bin Tsabit bertanya kepada Nabi saw. tentang ayat ini, maka beliau bersabda, “Mekah.”

- Al Baldah: Allah Taala berfirman:

إنما أمرت أن أعبد رب هذه البلدة

(Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini)

- Bakkah: Allah Taala berfirman:

إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا وهدى للعالمين

(Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) bagi manusia adalah Baitullah di Bakkah (Mekah) yang penuh berkah dan menjadi petunjuk bagi semua manusia)

- Makkah: Allah Taala berfirman:

وهو الذي كف أيديهم عنكم ببطن مكة من بعد أن أظفركم عليهم

(Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka). Ada yang mengatakan Bakkah adalah tempat Kakbah dan Mekah adalah kawasan di sekelilingnya.

- Qaryah: Allah Taala berfirman:

ضرب الله مثلا قرية

(Allah telah membuat satu perumpamaan (dengan) sebuah negeri). Mujahid berkata, “Maksudnya adalah Mekah.”

- Masjidilharam: Allah Taala berfirman:

سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى

(Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjidilaksa)

- Al Ma`aad: Allah Taala berfirman:

إن الذي فرض عليك القرآن لرادك إلى معاد

(Sesungguhnya yang mewajibkan atas kamu (melaksanakan hukum-hukum) Alquran itu benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali)

- Ummul Qura: Allah Taala berfirman:

لتنذر أم القرى ومن حولها

(Supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk negeri-negeri sekelilingnya)

- Mukhraja Shidqin: Allah Taala berfirman:

وقل رب أدخلني مدخل صدق وأخرجني مخرج صدق واجعل لي من لدنك سلطانا نصيرا

(Katakanlah:”Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah pula aku dari tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong)

- Al Baasah: Karena orang yang ingkar akan adanya Allah (ateis) dibinasakan dan dihancurkan di dalamnya.
- Bassaq:

بصق فلان على أصحابه

(Fulan lebih tinggi dari teman-temannya). Disebut demikian karena Mekah adalah kota yang posisinya paling tinggi, dia membinasakah orang-orang mulhid (ateis).

- Nama-nama tambahan: Barrah – Ar Ra’su – Ar Ritaaj – Sabbuhah – Salam – Shalah – Thayyibah – Adzara’ – Arsy – Arisy – Aruudh – Faaraan – Muqaddasah – Qadis – Qaadisah – Qaryatul Himaa – Qaryatun Naml – Nuqratul Ghuraab – Kuuti – Al Maktaan – Naadir – Waadi – Ummu Raahim – Ummu Rahim – Ummur Rahmi – Ummur Ruhamaat – Ummu Ruuh – Ummu Zahm – Ummu Shabiih – Ummu Kuuti.
- An Naasah – An Naasyah: Karena ia menyapu bersih serta mengusir orang ateis.
- An Nasaasah: Karena air di daerah ini sangat sedikit. Berasal dari kalimat An Nassu yang berarti kering.

Sejarah Pembangunan Sumur Zamzam

April 25, 2009 oleh subektiangkasa

Pembangunan Sumur Zamzam Asal Zamzam

Hajar, ibunda Nabi Ismail adalah wanita yang pertama memakai minthaq (ikat pinggang berekor). Beliau memakainya dengan tujuan untuk menghilangkan jejaknya dari Sarah. Nabi Ibrahim membawa Hajar dan anaknya, Ismail yang masih dalam usia menyusu ke tempat yang agak tinggi di pinggir mesjid dekat Baitullah persisnya di atas Zamzam. Ketika itu di Mekah belum ada orang dan tidak ada air. Ibrahim menempatkan mereka berdua di sana dan meninggalkan sekantong kurma dan sekantong air untuk mereka. Nabi Ibrahim pergi meninggalkan mereka berdua. Tiba-tiba Hajar mengikutinya dan berkata, “Mau ke manakah engkau wahai Ibrahim? Kau tinggalkan kami di lembah yang tidak ada manusia dan tidak ada sesuatupun?” Pertanyaan itu terus diulang-ulang, tapi Ibrahim tidak menoleh dan tidak pula menjawab. Lalu Hajar bertanya, “Apakah Allah yang menyuruhmu berbuat demikian?” Ibrahim menjawab, “Ya.” Hajar berkata, “Kalau memang begitu kami tidak keberatan.”
Kemudian Hajar kembali dan Ibrahim meneruskan langkahnya, sampai di atas bukit, di mana keluarganya tidak dapat melihatnya lagi, beliau menghadap ke arah Baitullah, lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, “Ya Tuhan kami! Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami! semoga saja mereka tetap mendirikan salat, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
Ibunda Ismail minum dari kantong air untuk menyusukan anaknya, sampai suatu ketika air itupun habis dan anaknya kehausan. Dia melihat anaknya dengan penuh cemas, lalu dia pergi meninggalkannya karena tidak tega melihatnya kehausan. Dia pergi menuju bukit terdekat, yaitu bukit Safa lalu berdiri di atasnya dan memandang ke arah lembah di sekelilingnya apakah ada orang? Ternyata tidak ada. Dia turun melewati lembah sampai ke bukit Marwah, dia berdiri di atasnya dan memandang apakah ada orang? Ternyata tidak ada. Dia melakukan demikian sebanyak tujuh kali.
Ketika berada di atas bukit Marwah dia mendengar ada suara, dia berkata kepada dirinya sendiri, “Diam!” Setelah diperhatikannya betul-betul ternyata memang dia mendengar suara, kemudian dia berkata, “Aku telah mendengar, apakah di sana ada air?” Tiba-tiba dia melihat ada seorang malaikat dekat sumur Zamzam. Dia mengorek-orek tanah sampai tampak ada air yang bersumber dari bawah, lalu ia menciduk dengan tangannya dan dimasukkan ke dalam tempat air, setelah diciduk air tersebut justru malah memancar. Dia minum air tersebut dan menyusukan putranya, Ismail, lalu malaikat tersebut berkata kepadanya, “Jangan takut terlantar, sesungguhnya di sinilah Baitullah yang akan dibangun oleh anak ini (Ismail) bersama ayahnya, dan sesungguhnya Allah tidak akan menerlantarkan kekasihnya.” Tidak lama kemudian datanglah orang-orang dan mereka turun di lembah Makkah, mereka melihat burung yang menjijikkan dan mereka berkata, “Burung ini berputar-putar di sekitar air, kami yakin di lembah ini ada air,” lalu mereka mengirim utusan, ternyata mereka mendapatkan air, mereka kembali dan memberitahukan kepada orang-orang yang mengutus mereka tentang adanya air, maka merekapun mendatanginya, dan meminta izin dari Ummu Ismail bahwa mereka akan mampir ke sana, diapun mempersilahkan dengan syarat bahwa mereka tidak berhak memiliki (sumber) air tersebut, merekapun setuju.

Penemuan Kembali Zamzam
Ketika Abdul Mutalib sedang tidur di Hijir Ismail, dia mendengar suara menyuruhnya menggali tanah. Dia bertanya, “Tanah yang mana?” Keesokan harinya ketika dia tidur di tempat yang sama dia mendengar lagi suara yang sama menyuruhnya menggali madhnuunah (yang berharga). Dia bertanya, “Benda berharga yang mana?” Lalu dia pergi, dan keesokan harinya ketika dia tidur di tempat yang sama di Hijir Ismail dia mendengar lagi suara yang sama menyuruhnya menggali thayibah (yang baik). Dia bertanya, ” Benda yang baik yang mana?” Akhirnya pada hari yang keempat dikatakan kepadanya, “Galilah Zamzam!” Dia bertanya, “Apa itu Zamzam?” Dijawab, ” Air yang tidak kering dan tidak meluap ” Setelah itu Abdul Mutalib diberitahu tempatnya lalu dia bangun dan menggali tempat yang diberitahukan itu. Orang-orang Quraisy bertanya kepadanya, “Apa yang kamu kerjakan ini hai Abdul Mutalib?” Dia menjawab, “Aku diperintahkan menggali Zamzam.” Setelah dia dan orang-orang Qurasiy melihat sebentuk rusa, merekapun yakin bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh Abdul Mutalib itu benar. Abdul Mutalib terus menggali hingga ketemu dua patung rusa yang terbuat dari emas, keduanya adalah rusa emas yang pernah dipendam oleh warga suku Jurhum ketika mereka diusir dari Mekah. Inilah sumur Ismail bin Ibrahim as. Dengan digalinya sumur Zamzam ini, sesuai yang ditunjukkan oleh Allah, maka wibawa Abdul Mutalib di mata kaumnyapun bertambah.

Kisah-Kisah

April 25, 2009 oleh subektiangkasa

Kisah-kisah yang terkenang diwaktu kecilku, kalau aku hidup di masa lalu aku tidak akan seperti sekarang ini. Aku hanya bisa mengenang kenang-kenangan kecilku yang bisa membuatku tersenyum dan tertawa. ternyata ku sadari aku telah melukiskan diriku sendiri dalam pikiran dan hatiku. lukisan itu abadi karnakan kubawa sampai aku tertidur panjang. makna hidup tidak akan pernah lepas dari kehidupan itu sendiri. Jika kau mengikatnya maka kau akan terikat jika kau melepaskannya maka kau bahagia. Yang perlu kita bawa hanya setitik saja dari perjalanan hidup, jika kau membawa semua prestasi maka kau mensyukuri dan tuhan tersenyum. Yang kita perlu selesaikan dalam hidup ini hanya satu ………….. maka selesaikalah.

Hello world!

April 25, 2009 oleh subektiangkasa

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!